Wisata Makam Sunan Muria: Perjalanan Spiritual di Puncak Gunung
Gunung Muria bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya, udara sejuknya, dan kopi robustanya yang khas, tetapi juga menyimpan salah satu situs religi penting di Indonesia: Makam Sunan Muria. Terletak di puncak gunung dengan ketinggian sekitar 1.600 mdpl, kompleks makam ini setiap hari ramai dikunjungi peziarah dari berbagai penjuru Nusantara.
Kunjungan ke Makam Sunan Muria tidak sekadar wisata biasa, melainkan juga sebuah perjalanan spiritual yang sarat makna. Untuk bisa benar-benar merasakan atmosfernya, kita perlu memahami sejarah, perjuangan, dan nilai-nilai yang diwariskan sang tokoh besar ini.
Sejarah dan Asal-Usul Sunan Muria
Sunan Muria adalah salah satu dari Wali Songo, sembilan tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke-15 hingga 16. Nama aslinya adalah Raden Umar Said, putra dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishaq. Garis keturunannya membuat beliau memiliki darah bangsawan sekaligus ulama besar.
Sejak kecil, Raden Umar Said tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan ajaran Islam, namun tetap akrab dengan tradisi dan budaya Jawa. Ia mewarisi kecerdasan dan kesabaran ayahnya, Sunan Kalijaga, dalam berdakwah — menggunakan pendekatan yang halus dan bersahabat, bukan dengan paksaan.
Metode Dakwah yang Lembut
Berbeda dengan sebagian wali yang memilih dakwah di pusat-pusat kota, Sunan Muria lebih banyak bergerak di wilayah pedesaan, khususnya di lereng dan puncak Gunung Muria.
Ia mendekati masyarakat melalui kegiatan sehari-hari:
- Mengajari cara bercocok tanam yang baik.
- Mengembangkan perikanan darat.
- Mengajarkan kerajinan tangan.
- Memanfaatkan kesenian lokal sebagai media dakwah.
Metode ini membuat ajaran Islam diterima dengan mudah tanpa benturan budaya. Beliau tidak menghapus adat istiadat lama secara langsung, melainkan memberi makna baru yang sesuai dengan ajaran agama.
Kisah-Kisah Legendaris
Banyak cerita rakyat yang berkembang di sekitar sosok Sunan Muria. Salah satunya adalah Kisah Air Tiga Rasa di sumber air Rejoso, yang diyakini memiliki rasa manis, pahit, dan sepat.
Konon, sumber air ini muncul berkat doa Sunan Muria, dan sampai sekarang menjadi salah satu lokasi yang sering dikunjungi peziarah sebelum naik ke makam.
Ada pula kisah tentang pohon pakis raksasa yang disebut-sebut pernah digunakan Sunan Muria sebagai tempat bertapa dan berdoa. Cerita-cerita ini menjadi bagian tak terpisahkan dari aura mistis sekaligus religius yang menyelimuti Gunung Muria.
Lokasi dan Akses
Makam Sunan Muria terletak di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Untuk mencapainya, pengunjung biasanya melalui beberapa jalur populer:
- Dari Kudus Kota
- Jarak sekitar 18 km dengan waktu tempuh ±45 menit.
- Jalan berkelok dengan pemandangan kebun kopi dan cengkeh.
- Dari Jepara
- Melewati jalur pegunungan yang lebih menantang, cocok untuk wisatawan yang ingin sekalian menikmati alam.
- Dari Pati
- Jalur ini biasanya digunakan oleh rombongan ziarah dari Pantura Timur.
Perjalanan Menuju Makam
Perjalanan menuju Makam Sunan Muria adalah pengalaman tersendiri. Dari area parkir, pengunjung bisa memilih:
- Naik ojek yang tersedia di sekitar pasar Colo.
- Mendaki tangga dengan jumlah ratusan anak tangga yang cukup menantang fisik.
Sepanjang jalan menuju makam, deretan warung menjajakan oleh-oleh khas Muria:
- Pakaian
- Makanan Khas
- Buah Parijoto
- Kerajinan tangan
- Dll
Kompleks Makam
Kompleks Makam Sunan Muria berada di puncak area yang cukup luas dan asri. Di dalamnya terdapat:
- Bangunan utama makam dengan pintu berukir khas Jawa.
- Pendopo besar untuk peziarah beristirahat.
- Mushola dan tempat wudhu yang terawat.
- Area peziarahan yang dijaga juru kunci.
Pengunjung biasanya melakukan:
- Doa Bersama
- Membaca tahlil
- Mengirim shalawat dan doa untuk Sunan Muria
- Tradisi dan Ritual di Makam Sunan Muria
Beberapa tradisi yang masih dijalankan:
- Ziarah Rombongan
- Banyak yang datang berombongan menggunakan bus pariwisata, terutama pada bulan-bulan tertentu seperti Sya’ban atau Maulid Nabi.
- Sedekah Bumi
- Tradisi tahunan masyarakat Colo sebagai bentuk syukur atas hasil bumi yang melimpah.
- Pengajian Akbar
- Dilaksanakan di area sekitar makam, dihadiri ribuan jamaah.
- Wisata Alam di Sekitar Makam
- Selain berziarah, pengunjung juga bisa menikmati wisata alam di sekitar Gunung Muria:
- Air Terjun Montel
- Berjarak sekitar 1 km dari area parkir makam.
- Airnya jernih dan segar, dikelilingi hutan yang masih alami.
- Sumber Air Rejoso
- Dikenal dengan air tiga rasa.
- Sering dijadikan tempat membasuh muka sebelum naik ke makam.
- Perkebunan Kopi
- Pengunjung bisa mencicipi kopi robusta Muria yang terkenal.
Fasilitas Pendukung
- Saat ini fasilitas di sekitar wisata Makam Sunan Muria sudah cukup lengkap:
- Area parkir luas
- Pasar tradisional
- Warung makan
- Penginapan sederhana
- Toilet umum
- Ojek wisata
- Etika Berziarah
Agar ziarah berjalan lancar, sebaiknya memperhatikan:
- Mengenakan pakaian sopan dan tertutup.
- Menjaga ucapan dan perilaku.
- Tidak membuang sampah sembarangan.
- Menghormati juru kunci dan sesama peziarah.
Potensi Wisata Religi
Makam Sunan Muria memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata religi unggulan Jawa Tengah. Kombinasi antara sejarah, spiritualitas, dan keindahan alam menjadikannya destinasi yang unik.
Jika dikelola dengan baik, wisata ini dapat:
- Meningkatkan perekonomian warga.
- Melestarikan budaya lokal.
- Menjadi pusat edukasi sejarah Islam di Jawa.
Mengunjungi Makam Sunan Muria bukan hanya soal melihat makam seorang tokoh besar, tetapi juga merasakan perjalanan hati. Dari sejarahnya yang sarat nilai, perjalanannya yang penuh tantangan, hingga panorama alam yang menenangkan, semuanya menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan.
Di puncak Gunung Muria, kita tidak hanya menemukan tempat berziarah, tetapi juga menemukan ketenangan, pelajaran hidup, dan rasa syukur yang dalam.

